Penelitian ini dilatarbelakangi peran ganda sektor pertanian, khususnya kelapa sawit, sebagai sumber sekaligus solusi mitigasi emisi dalam konteks perubahan iklim global. Studi ini bertujuan menganalisis potensi mitigasi karbon dari perkebunan kelapa sawit berkelanjutan melalui pendekatan terintegrasi yang mencakup fungsi hidrologi, pengelolaan lingkungan, dan kesejahteraan petani. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur kualitatif terhadap publikasi ilmiah dan laporan institusional periode 2020–2026. Hasil menunjukkan bahwa dampak iklim sawit sangat bergantung pada praktik pengelolaan dan konteks lahan; pada kondisi optimal, perkebunan dapat berfungsi sebagai penyerap karbon dan menurunkan emisi melalui praktik terbaik seperti pengelolaan air gambut, pemanfaatan limbah, dan efisiensi input. Kesejahteraan petani terbukti menjadi faktor kunci dalam adopsi praktik berkelanjutan. Namun, kesenjangan implementasi kebijakan masih menjadi tantangan utama. Studi ini menegaskan pentingnya penguatan tata kelola, insentif ekonomi, dan pemberdayaan petani untuk mendorong transformasi sektor menuju kontribusi nyata terhadap target iklim nasional.