Artikel ini mengkaji secara kritis sisi negatif kapitalisme negara (state capitalism) sebagai kebijakan ekonomi yang semakin banyak diterapkan di berbagai negara. Penelitian bertujuan mengidentifikasi kelemahan struktural model ini terhadap kinerja ekonomi, tata kelola, dan kesejahteraan sosial. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur kualitatif terhadap publikasi ilmiah terbaru periode 2020–2025, dengan pendekatan sintesis tematik terhadap pengalaman negara seperti Tiongkok, Rusia, Indonesia, dan Brasil. Hasil analisis menunjukkan empat masalah utama: inefisiensi ekonomi akibat soft budget constraints dan salah alokasi modal, kegagalan tata kelola yang memicu korupsi dan kroniisme, distorsi pasar melalui dominasi perusahaan milik negara, serta meningkatnya ketimpangan kekayaan. Temuan ini menunjukkan bahwa kontradiksi antara kontrol politik dan efisiensi pasar sering menghasilkan stagnasi inovasi dan akuntabilitas yang lemah. Studi ini menekankan pentingnya transparansi, tata kelola yang kuat, dan pembatasan intervensi negara agar kebijakan ekonomi tetap efisien, kompetitif, dan berkelanjutan.