Jurnal ini menganalisis prospek sektor sawit Indonesia 2026 dengan menempatkan kesejahteraan petani kecil dalam konteks tekanan keberlanjutan dan kebijakan biodiesel. Melalui kajian literatur kualitatif atas publikasi ilmiah, laporan IPOSS, dan dokumen kebijakan 2020–2025, studi ini mengidentifikasi faktor kunci: ekspansi mandat B40–B50, implementasi EUDR, kesenjangan produktivitas, dan perlambatan peremajaan. Temuan menunjukkan produksi relatif stabil, namun kesejahteraan petani rentan terhadap volatilitas harga, biaya sertifikasi, dan hambatan akses pasar. Diperlukan percepatan replanting, stabilisasi harga, perluasan ISPO, serta penguatan tata kelola berbasis data.