
Policy Briefs and Papers
Kontribusi Industri Sawit dalam Upaya Dekarbonisasi Sektor Penerbangan: Sebuah Update Perkembangan
Terbit 18 September 2025
325 dilihat
Unduh versi BahasaVersi English belum tersedia
Indonesia memiliki potensi strategis untuk menjadi produsen utama Sustainable Aviation Fuel (SAF) global, seiring perannya sebagai penghasil minyak sawit terbesar dunia. Dengan produksi tahunan sekitar 50 juta ton CPO dan jutaan ton produk samping serta limbah, industri sawit Indonesia menyimpan cadangan bahan baku melimpah untuk berbagai jalur konversi SAF yang telah diakui secara internasional.
Terdapat tiga jalur teknologi utama yang sesuai dengan karakteristik hasil olahan kelapa sawit:
- Hydroprocessed Esters and Fatty Acids (HEFA), jalur paling matang secara komersial, cocok untuk bahan baku seperti CPO, PFAD, RBDPKO, minyak POME, dan UCO.
- Alcohol-to-Jet (ATJ), menggunakan gliserol serta biomassa sawit (seperti tandan kosong, pelepah, dan batang) yang difermentasi menjadi bioalkohol.
- Fischer-Tropsch (FT), mengonversi biomassa sawit melalui gasifikasi menjadi syngas, lalu disintesis menjadi bahan bakar jet berkualitas tinggi.
Baca laporan
Selengkapnya dari Policy Briefs and Papers

Policy Briefs and Papers
Tata Kelola dan Tata Niaga Used Cooking Oil (UCO) dalam Mendukung Program Renewable Energy di Indonesia
18 September 2025

Policy Briefs and Papers
Strategi Insentif untuk Memperkuat Pasar Domestik UCO dalam Upaya Mendukung Industri Sustainable Aviation Fuel (SAF) Nasional
18 September 2025

Policy Briefs and Papers
Akselerasi Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) di Indonesia: Tantangan dan Peluang
18 September 2025