
Industri sawit Indonesia memasuki 2027 dengan tekanan dan peluang yang datang dari berbagai arah. Risiko El Niño mulai membayangi prospek produksi, sementara penguatan harga kontrak CPO menunjukkan bahwa pasar mulai memperhitungkan kemungkinan pasokan yang lebih ketat di tengah meningkatnya kebutuhan domestik untuk biodiesel. Pada saat yang sama, IEU-CEPA membuka peluang baru bagi ekspor sawit Indonesia ke Uni Eropa, meski manfaatnya tetap bergantung pada kemampuan memenuhi tuntutan keberlanjutan, legalitas, dan ketertelusuran. IPOSS Insights edisi kedelapan belas membahas bagaimana industri sawit perlu membaca perubahan iklim, menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan, serta memanfaatkan peluang pasar baru untuk memperkuat daya saing menuju 2027.